4 Jam
Rata-rata menunggu obat
Setelah konsultasi dan pembayaran selesai, pasien masih harus duduk berjam-jam hanya untuk mengambil obat.
Raciq × Rumah Sakit
Pengiriman obat langsung ke rumah pasien tanpa harus menunggu lama di farmasi.
Raciq membantu rumah sakit mengurai antrian farmasi, menjaga pengalaman pasien, dan memberi pilihan pulang lebih cepat — tanpa hardware baru dan tanpa mengubah alur kerja farmasi.

Yang diingat pasien: antrian farmasi.
4 Jam
Setelah konsultasi dan pembayaran selesai, pasien masih harus duduk berjam-jam hanya untuk mengambil obat.
7 / 10
Observasi lapangan menunjukkan mayoritas pasien akan memilih obat diantar daripada menunggu di farmasi.
0%
Ojol tidak tahu kapan obat siap, tidak ada verifikasi pickup, dan tidak terintegrasi ke sistem rumah sakit.
Pasien baru selesai konsultasi, administrasi, dan pembayaran — lalu harus duduk lagi hanya untuk menunggu obat. Raciq mengubah momen melelahkan ini menjadi pengalaman pulang yang lebih manusiawi.

“Dokternya bagus, tapi nunggu obat 2 jam bikin kapok balik lagi.”
“Orang sakit disuruh duduk berjam-jam cuma buat ambil obat. Nggak manusiawi.”
“Farmasi jadi bottleneck. Semua sudah selesai, tapi RS belum bisa memulangkan.”
Kebutuhan mereka berbeda, tapi rasa lelah menunggu obat itu sama.

Waktu adalah uang. Tidak masalah bayar ongkir — asal tidak harus duduk menunggu 4 jam.

Birokrasi BPJS sudah panjang. Antrian dokter sudah melelahkan. Masih harus nunggu obat?
Padma punya uang, tapi tidak punya waktu.
Kamala punya waktu, tapi tidak punya pilihan.
Raciq memberi keduanya pilihan untuk pulang.
Sederhana untuk pasien, tanpa beban tambahan untuk farmasi.
Pasien scan QR di kasir atau area farmasi, atau klik tautan dari WhatsApp / Halo Hermina.
Pasien mengisi detail penerima, alamat, nomor WhatsApp, dan nomor antrian / identitas pesanan.
Pembayaran ongkir secara online via QRIS, GoPay, ShopeePay, DANA, transfer, atau payment gateway. Ongkir mulai Rp 19.000.
Kurir jemput dengan kode unik. Pasien mendapatkan tracking real-time via WhatsApp. Obat sampai di rumah.
Dari ruang dokter langsung ke rumah — obat menyusul tanpa drama.
“Pulang sekarang, obat menyusul.”
Padma, Pasien Eksekutif
“Obat sampai rumah, kelelahan tidak berlanjut.”
Kamala, Pasien BPJS
Mengurai antrian, menjaga pengalaman pasien, tanpa investasi baru.
Raciq bukan hanya untuk pasien premium; pasien eksekutif dan BPJS sama-sama mendapat opsi pulang.
Kurir tidak melihat data medis pasien. Pickup menggunakan kode unik.
Cukup QR code / table tent di area kasir atau farmasi.
Farmasi tetap bekerja dengan alur yang familiar.
Rumah sakit diingat sebagai lebih modern, cepat, dan peduli pada kenyamanan pasien.
Setiap cabang dapat memiliki QR code unik untuk menghindari salah cabang.
Pasien membayar ongkir dan biaya aplikasi. Rumah sakit mendapat nilainya.

Simulasi 100 pasien/hari: 70 beralih ke Raciq (antrian berkurang 70%), 30 tetap ambil langsung. Observasi lapangan 10 pasien farmasi RS Jabodetabek, 2026 — Tim Growth.
Dari konfirmasi kerja sama sampai pasien pertama scan — terukur per hari.
Hari 1
Konfirmasi kerja sama & kirim data cabang.
Hari 2
Setup akun RS pusat + cabang.
Hari 3
Generate QR unik per cabang.
Hari 4–5
Print QR, desain table tent, siapkan material farmasi.
Hari 6–7
Briefing 15 menit tim farmasi.
Hari 8
QR terpasang.
Hari 9
Pasien pertama scan.
Hari 10–11
Monitoring order & resolve isu teknis.
Hari 12–13
Laporan awal: order, waktu tunggu, feedback.
Hari 14
Review & keputusan roll-out.
Hal-hal yang biasanya ditanyakan tim rumah sakit sebelum pilot.
Tidak. Pasien cukup scan QR atau klik tautan, lalu mengisi data lewat halaman web. Tidak ada aplikasi yang perlu diunduh.
Ongkir dibayar langsung oleh pasien, mulai Rp 19.000 (kisaran Rp 19.000–36.000). Biaya aplikasi Raciq Rp 3.000 juga dibayar pasien. Rumah sakit tidak mengeluarkan biaya apa pun.
Tidak. Petugas farmasi bekerja di dashboard yang sama. Raciq hanya menambahkan informasi pengiriman yang diperlukan, tanpa mengubah alur kerja.
Kurir tidak pernah melihat data medis pasien. Pengambilan paket menggunakan kode unik pickup, sehingga data resep dan diagnosis tetap terlindungi.
Raciq terintegrasi dengan status penyiapan obat. Kurir baru dijadwalkan menjemput setelah farmasi menandai obat siap, lalu memverifikasi pickup dengan kode unik.
Bisa. Setiap cabang mendapat QR code unik sehingga pesanan otomatis terhubung ke cabang yang benar dan tidak tertukar.
Sekitar 2 minggu. Minggu pertama untuk setup dan onboarding, minggu kedua untuk go-live dan monitoring, lalu review keputusan roll-out.
Melalui Midtrans dengan pilihan QRIS, GoPay, ShopeePay, DANA, dan transfer bank. Pasien memilih metode yang paling nyaman.
Keputusan
Scan, Pulang, Selesai — dimulai dari keputusan hari ini.
Pilih cabang, jalankan pilot 2 minggu, dan lihat antrian farmasi berkurang.
Uji coba Raciq di cabang pilihan. Mulai 2 minggu dari sekarang.
Antrian farmasi tetap berjalan. Keluhan pasien tetap ada. RS lain bisa melangkah lebih dulu.
Nunggu itu berat, pasien nggak akan kuat — biar Raciq aja.
